Find Us On Social Media :

Satgas Rekomendasikan Untuk Booster di Pagi Hari Ini Dia Alasannya

Ilustrasi vaksin booster Covid-19

GridFame.idVaksin booster mulai banyak diburu masyarakat saat puasa Ramadhan 2022.

Ini sebagai lanjutan atas syarat mudik Lebaran 2022 yang ditetapkan pemerintah pusat kepada masyarakat umum.

Di mana seseorang yang sudah melakukan vaksinasi booster dibebaskan dari syarat Antigen/PCR ketika hendak bepergian termasuk saat mudik nanti.

Maka tak heran masyarakat tengah memburu pelaksanaan vaksin booter saat puasa Ramadhan ini.

Berbicara masalah penerimaan vaksin booster saat puasa, menerima vaksin saat puasa Ramadhan hukumnya adalah boleh.

Disitat dari laman nu.or.id menerima vaksin saat puasa, cairan yang dimasukkan tidak melalui bagian tubuh yang terbuka melainkan dari tubuh yang tertutup  ini diperbolehkan.

Senada dengan hal tersebut, pihak Satuan Tugas Penanganan Riau, Tjetjep Yudiana juga menyarankan agar umat Islam melaksanakan vaksin booster di pagi hari.

Hal ini disesuaikan dengan kekuatan dan juga kondisi seorang Miuslim saat melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Tjetjep mengungkap saat pagi hari tubuh seseornag tersebut masih terasa bugar dan kuat, dikarenakan masih dekat dengan waktu sahur.

 Baca Juga: Ini Lokasi Lengkap Vaksin Booster di Jakpus Selama Lebaran Cocok Bagi Calon Pemudik 2022

“Kalau pagi kondisi tubuh tersebut masih segar, karena jarak antara sahur dengan pagi hari itu masih berdekatan sehingga tubuh masih kuat dan bugar,” demikian jelasnya dalam keterangan tertulis yang dikutip GridFame.id.

Lebih lanjut Tjetjep juga mengungkap bahwa saat ini tubuh seseornag masih berusaha beradaptasi untuk menjalankan ibadah puasa .

Oleh karena itu umat Islam direkomendasikan untuk melakukan vaksin booster di pagi hari.

“Kenapa umat Islam yang sedang berpuasan sebaiknya vaksin di pagi hari karena kalau siang atau sore kemungkinan tubuh agak lemas setelah berjam-ja menahan lapar dan dahaga,” imbuhnya.

Dirinya juga menekankan kepada peserta yang ingin melakukan vaksin booster agar mengecek kondisi badannya terlebih dahulu.

Mantan kepaa Dinas kesehatan Kepri itu juga menambahkan nantinya seseorang yang akan divaksin booster akan diperiksa dulu oleh petugas kesehatan.

Jika peserta vaksin dengan tubuh lemas, kemungkinan besar tidak dapat disuntik vaksin lantaran rentan memberi dampak negatif pada kesehatan orang tersebut.

“Petugas kesehatan memiliki alasan medis kenapa menolak menyintuk vaksin ke tubuh warga,” tandasnya.

Kendati begitu, Anda tidak boleh memaksakan untuk menerima vaksin booster saat kondisi tibuh tidak prima. Karena bisa berakibat fatal bagi kesehatan Anda.

 Baca Juga: Inilah Kelebihan Pfizer Booster Paling Diincar Untuk Syarat Mudik Tanpa Tes Dalam Memerangi Virus