Find Us On Social Media :

Astaga Nasabah Bisa Nangis Darah Ketemu Oknum Ini! Kenali Ciri-ciri Modus Penipuan Agen Asuransi AgarTak Rugi

Modus penipuan agen asuransi

GridFame.id - Hati-hati dengan kemunculan agen asuransi nakal di sekitar Anda.

Seperti diketahui beberapa tahun terakhir memang muiai banyak orang yang melek akan pentingnya asuransi.

Ada banyak keuntungan dan manfaat yang bisa didapatkan dengan memiliki asuransi.

Baik itu asuransi kesehatan, asuransi jiwa maupun berbagai asuransi lain

Banyaknya pilihan asuransi juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Biasanya, orang akan lebih memilih membeli asuransi lewat agen atau marketer dari perusahaan asuransi yang dipilih.

Selain lebih praktis, nasabah juga tinggal terima beres karena semua proses dibantu oleh agen.

Sayangnya ada beberapa oknum agen asuransi nakal yang kerap mencurangi nasabah.

Ada juga yang berani melakukan modus penipuan sehingga nasabah mengalami kerugian.

Agar tak jadi korban, ada baiknya kenali setiap ciri-ciri modus penipuan agen asuransi.

Apa saja?

Baca Juga: Tak Perlu Takut Uang Gajian Ludes Begitu Saja, Berikut Manfaat Asuransi Proteksi Penghasilan Untuk Para Pekerja

Modus Penipuan Agen Asuransi

Ada beberapa cara licik yang biasa dilakukan agen asuransi nakal, antara lain: 

1. Premi Transfer

Di sini oknum agen asuransi menjaring calon nasabah, agar Andatak terkena modus ini, hindari untuk melakukan transfer uang premi ke rekening pribadi agen atau sales asuransi.

Utamakan untuk melakukan transfer langsung ke rekening perusahaan yang sudah tertulis di polis maupun di website perusahaan.

2. Fee Churning

Memiliki tujuannya yang sama, free churning juga merupakan modus penipuan agar mendapatkan komisi dalam pembukaan polis baru.

Umumnya, agen atau sales asuransi akan membujuk nasabahnya untuk pindah dengan memberikan janji manis seperti pelayanan yang prima.

Nasabah yang khawatir pastinya akan menemukan masalah klaim jika tak dibantu dengan agen asuransi, kerap kali nasabah terbujuk dengan godaan ini.

Padahal, perusahaan asuransi yang terpercaya akan membantu setiap nasabahnya tanpa adanya agen atau sales asuransi sekalipun.

Ingat, dengan berpindah asuransi pastinya akan ada risiko membuat premi yang harus dibayar semakin tinggi seiring bertambahnya umur.

Setiap produk asuransi juga memberikan penawaran yang beragam, pindah asuransi membuat Anda berisiko melepas suatu manfaat yang mungkin tidak ditawarkan oleh asuransi yang baru.

Baca Juga: Duh Bukannya Untung Malah Buntung! Jangan Coba-coba Ngibul, Ini Risiko Fatal Ketahuan Lakukan Penggelembungan Klaim Asuransi

3. Mengganti Polis ketika Nasabah Mengajukan Upgrade atau Dowgrade

Ini adalah modus yang kerap dilakukan agen asuransi untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan alasan untuk melakukan upgrade terhadap polis Anda, oknum agen asuransi justru membuka polis baru sesuai dengan manfaat yang Anda inginkan dengan tujuan agar agen dapat komisi atas pembukaan polis baru.

Cara mudah untuk mengetahui apakah polis Anda merupakan polis lama yang di-upgrade atau polis baru adalah dilihat dari nomor polis yang tertera.

Apabila itu polis lama, maka nomor polis tidak berubah, apabila itu merupakan polis baru, maka nomor polis akan berubah. Selain itu, apabila Anda teliti, hal ini merugikan karena boleh jadi premi yang harus Anda bayar untuk polis baru lebih tinggi seiring dengan bertambahnya usia.

Apabila polis yang lama punya nilai tunai, Anda juga perlu waspada, karena bisa jadi nilai tunai dari polis yang lama ditarik untuk membayar premi polis baru.

Biasanya ketika nasabah mengajukan upgrade, perusahaan asuransi akan mengirimkan notifikasi pemberitahuan bahwa underwriter sedang mempertimbangkan permohonan upgrade Anda.

Ketika sudah menerima notifikasi, teliti nomor polis yang tertera, apakah nomor polis tersebut masih sama dengan polis lama atau bukan, jika tidak sama, segera laporkan hal ini ke customer service agar mereka bisa segera menangani kasus ini.

Jika polis baru Anda sudah terlanjur terbit dengan nomor berbeda, laporkan juga hal ini dan minta perusahaan asuransi mengganti kerugian yang Anda tanggung.

Biasanya, perusahaan asuransi akan memberikan sanksi pada agen nakal seperti ini, jangan lupa baca dengan teliti setiap formulir atau dokumen yang diberikan agen untuk ditanda tangani.

Hindari untuk memberikan tanda tangan pada dokumen atau formulir yang masih kosong, dan jangan sembarangan memberikan tanda tangan pada dokumen atau formulir yang Anda belum baca dan tidak mengerti isinya.

Baca Juga: Jangan Sampai Salah! Ini Perbedaan Asuransi Dana Pendidikan dan Asuransi Jaminan Pendidikan yang Harus Diketahui sebelum Ambil