Find Us On Social Media :

Mau Cairkan Asuransi? Gunakan 3 Langkah Ini Saja Agar Klaim Tak Ditolak

cara agar klaim asuransi tak ditolak

GridFame.id -  Asuransi merupakan sebuah konsep keuangan yang telah menjadi bagian integral dalam kehidupan modern.

Sebagai suatu bentuk perlindungan finansial, asuransi memberikan jaminan terhadap risiko finansial yang mungkin dihadapi oleh individu atau perusahaan.

Ada berbagai jenis asuransi yang disesuaikan dengan kebutuhan individu atau perusahaan.

Asuransi jiwa memberikan manfaat finansial kepada ahli waris jika tertanggung meninggal dunia, sementara asuransi kesehatan melindungi pemegang polis dari biaya perawatan medis dan properti serta asuransi kendaraan juga umum dijumpai.

Premi adalah pembayaran berkala yang harus dibayarkan oleh tertanggung kepada perusahaan asuransi.

Besarnya premi dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk risiko yang diasuransikan, umur tertanggung, dan jumlah pertanggungan.

Manfaat yang diberikan oleh asuransi bervariasi, mulai dari pembayaran uang pertanggungan hingga layanan perbaikan atau penggantian aset yang rusak.

Ketika risiko yang diasuransikan terjadi, pemegang polis dapat mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi.

Proses klaim ini melibatkan penilaian risiko, pemeriksaan klaim, dan pembayaran manfaat.

Keterbukaan dan transparansi dalam proses klaim adalah kunci untuk membangun kepercayaan antara pemegang polis dan perusahaan asuransi.

Ketika akan melakukan klaim, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar tak ditolak.

Baca Juga: Ini 3 Kesalahan Terbesar saat Beli Asuransi Kesehatan yang Bikin Nyesel Seumur Hidup

Berikut ini adalah beberapa tips untuk menghindari terjadinya gagal bayar klaim asuransi dikutip dari Kompas.com:

1. Isilah Surat Permintaan Asuransi dengan benar

Biasanya calon nasabah akan diminta mengisi Surat Permintaan Asuransi (SPA).

Pastikan seorang yang ingin menjadi nasabah asuransi mengisi SPA sesuai riwayat dan fakta yang ada.

Lantaran jika dijawab tak sesuai fakta atau bohong, klaim bisa ditolak.

2. Pelajari klausul, syarat, dan aturan polis

Umumnya masa mempelajari polis memiliki durasi 21 hari.

Calon nasabah sebaiknya memanfaatkan masa ini untuk mempelajari pasal-pasal, syarat dan aturan polis.

Agar tak ada kesalahpahaman ketika melakukan klaim asuransi.

3. Pastikan polis telah melewati masa tunggu dan kondisi aktif

Hal lain yang perlu diperhatikan pemegang polis adalah polis baru sudah melewati masa tunggu sebelum mengajukan klaim.

Ketentuan masa tunggu diterapkan perusahaan asuransi untuk memantau dan menilai tingkat risiko nasabah.

Jika polis sudah melewati masa tunggu serta polis dalam keadaan aktif karena premi sudah dibayarkan tepat waktu maka polis akan bermanfaat memberikan perlindungan.

Jangan sampai setelah melewati masa tunggu tetapi manfaat asuransi tertahan karena lupa membayar premi.

Baca Juga: Biar Tak Salah Kaprah, Kenali Ini Dia Asuransi Jiwa Endownment dan Manfaatnya