Find Us On Social Media :

Jelang Lebaran Banyak Pencurian Data Berkedok CS, Pahami Ciri-cirinya Agar Tak Jadi Korban

Pencurian data pribadi berkedok CS bodong (Dok. Shutterstock/PR Image Factory).

GridFame.id - Ini ciri-ciri pencurian data berkedok CS bodong.

Pencurian data menjadi salah satu kejahatan digital yang sering kali terjadi, terutama mendekati lebaran.

Salah satu kedok yang sering digunakan adalah CS bodong.

Banyak sekali oknum nakal yang berpura-pura jadi CS atau customer service dan mengorek-ngorek informasi terkait data pribadi.

Informasi tersebut nantinya bakal digunakan untuk melakukan kejahatan.

Misalnya membobol rekening, mengajukan pinjaman, hingga menipu orang lain atas nama pemilik data.

Hal ini tentunya menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat.

Nah, untuk menghindarinya, Anda harus tahu bagaimana ciri-ciri CS bodong yang berniat mencuri data.

Dengan begitu, Anda tak akan masuk ke dalam jeratan mereka.

Berikut beberapa ciri-ciri yang harus dipahami.

Simak sampai tuntas, yuk!

Baca Juga: Cek HP Sekarang Juga! Ternyata Aplikasi Ini Bikin Data Pribadi Kita Bocor ke Pinjol!

Ciri-Ciri CS Bodong yang Mencuri Data

Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini adalah ciri-ciri pencurian data pribadi berkedok CS bodong yang harus dipahami.

1. Nomor Tidak Resmi

Ciri yang pertama adalah menggunakan nomor yang tidak resmi.

Perusahaan atau layanan keuangan selalu menggunakan nomor resmi untuk menghubungi nasabah atau pelanggan.

Jika ada pesan atau telepon masuk, periksa dulu apakah nomor tersebut benar dari perusahaan terkait atau tidak.

Caranya bisa dengan cek di website resmi atau menggunakan aplikasi Get Contact.

2. Tidak Tahu Identitas Lengkap Anda

Ciri yang kedua adalah CS bodong umumnya tidak tahu identitas lengkap.

Jadi, mereka biasanya hanya memanggil Anda dengan nama depan.

Biasanya mereka akan memancing korban agar membeberkan nama lengkapnya.

Baca Juga: Tips Agar Tukang Servis Tak Bisa Akses Data Pribadi di HP, Aktifkan Ini!

Jika ada telpon atau pesan serupa, jangan pernah dibalas.

Soalnya, perusahaan perbankan atau layanan keuangan tentunya tahu siapa yang mereka hubungi.

3. Meminta Data yang Terlalu Pribadi

Ciri yang selanjutnya adalah meminta data yang terlalu pribadi.

Misalnya NIK, nomor kartu ATM atau kartu kredit, dan lain-lain.

Perusahaan perbankan atau layanan keuangan tidak pernah meminta data tersebut sembarangan.

Jika memang diperlukan, hal tersebut akan dilakukan di kantor resmi demi keamanan nasabah.

Semoga informasinya membantu!

Baca Juga: Stop Ngutang! Simak Cara Menonaktifkan Shopee Paylater Permanen Sekaligus Data Pribadi Kita!