Find Us On Social Media :

Heboh 4 Warga Purbalingga Positif Corona & Semuanya dari Jakarta, Bagaimana Nasib Mudik Tahun Ini?

(Ilustrasi) Mudik lebaran

GridFame.id - Empat warga Purbalingga, Jawa Tengah, dinyatakan positif terjangkit virus corona atau Covid-19.

Hal itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta.

Seluruh pasien positif Covid-19 tersebut kini menjalani isolasi di RSUD Purbalingga dan RS Panti Nugroho.

Baca Juga: Tadinya Disebut Tak Efektif Tangkal Corona, Nyatanya Masker Kain Bisa Jadi Alternatif Kalau Tak Ada Masker Medis, Asal...

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan, “Semua pasien yang positif corona memiliki riwayat mobilisasi ke Jakarta, ada yang bekerja dan sedang mudik, ada juga yang tinggal menetap di sana tapi sedang mengantar anaknya ke Purbalingga,”

Dengan keluarnya hasil ini, Pemerintah Kabupaten Purbalingga semakin waspada terhadap penyebaran virus corona.

Sejumlah mekanisme pemeriksaan akan segera dilakukan kepada seluruh keluarga dan orang-orang yang pernah berinteraksi dengan pasien positif.

Dari data yang dihimpun, warga Purbalingga yang berstatus sebagai orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 561.

Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) juga naik menjadi 34 pasien.

Dyah mengakui meningkatnya jumlah ODP, PDP dan pasien positif di wilayahnya tidak terlepas dari banyaknya perantauan yang mudik ke Purbalingga.

Baca Juga: Videonya Kritik Jubir Menkes Soal Corona Sampai Tembus 1 Juta View, Sosok dr Tirta Ternyata Bukan Orang Sembarangan!

Dia pun mengimbau kepada masyarakat Purbalingga yang masih berada di perantauan untuk menunda rencana mudik ke kampung halaman.

“Mobilisasi saudara-saudara sekalian akan meningkatkan potensi penyebaran Covid-19 atau virus corona kepada masyarakat Purbalingga yang lain,” pungkasnya.

Juru bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan, masyarakat dianjurkan untuk tidak pulang kampung alias mudik Lebaran pada tahun ini.

Keputusan ini ditetapkan dengan mempertimbangkan pencegahan virus corona agar tidak menyebar lebih luas lagi ke penjuru Indonesia.

"Kami sudah bersepakat, hal yang paling utama adalah menjaga keselamatan masyarakat. Atas berbagai pertimbangan ini, kami melihat opsi kebijakan pelarangan mudik," kata Jodi melalui keterangan tertulisnya, Selasa (24/3/2020).

Namun anjuran dilarang mudik tersebut, lanjut Jodi, masih belum tahap keputusan akhir.

Baca Juga: Sebut Mandi Bisa Cegah Corona, Peran Mulan Jameela Sebagai Wakil Rakyat Dipertanyakan: 'Emang yang Kena Corona Gak Mandi?'

Dan akan diusulkan kepada Presiden Joko Widodo selaku pengambil keputusan.

“Semua ini masih belum ada keputusan final menunggu kondisi penyebaran virus Covid-19. Pemerintah mengutamakan keselamatan dan keamanan masyarakat termasuk menghadapi puasa dan hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.

Pada Selasa (24/3/2020) kemarin, sejumlah kementerian dan lembaga terkait tengah menggodok opsi kebijakan tidak mudik Lebaran tahun 2020.

Jodi menyebut, ada tiga skenario yang dibahas oleh sejumlah kementerian terkait.

Pertama bussines as usual, artinya mudik lebaran seperti dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Kedua, meniadakan mudik gratis oleh perusahaan.

Baca Juga: Pantas Pilih Ashanty, Anang Sempat Blak-Blakan Bongkar Watak Syahrini Persis KD: 'Kalau Gak Ada Uangnya Pasti Ditinggal'

Ketiga, skenario pelarangan mudik.

"Ketiga skenario itu akan segera dilaporkan kepada Presiden," ujarnya.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 4 Warga Purbalingga Positif Virus Corona, Semuanya Sakit Sepulang dari Jakarta