Find Us On Social Media :

Sampai Diteror Tetangga Karena Suaminya Positif Corona, Istrinya Ngamuk Karena Dilarang Keluar: 'Saya Bakar Sekalian Rumah Ini!'

Ilustrasi pasien corona. Pasien corona di Jawa Tengah bisa pulih sempurna usai minum ramuan herbal ini.

GridFame.id - Stigman negatif terhadap mereka yang terinfeksi virus corona benar terjadi adanya.

Seperti keluarga pasien positif corona di Bandar Lampung yang satu ini.

Mereka melampiaskan emosi lantaran mendapat stigma dari orang-orang sekitarnya.

Baca Juga: Sempat Jual 5 Tas Hermes Miliknya, Kini Ussy Sulistiawaty Ngaku Hanya Andalkan Tabungan Karena Sepi Job: 'Gimana Lagi Soalnya'

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana mengemukakan, istri pasien positif corona bahkan mengancam akan membakar rumahnya sediri.

"Katanya, kenapa kamu orang larang saya keluar, nanti saya bakar sekalian rumah ini," ucap Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana, menirukan istri pasien positif corona.

Sang istri pasien positif mengancam demikian lantaran ia dikucilkan dan dilarang keluar, meski untuk membeli kebutuhan mendesak.

Reihana menambahkan, keluarga pasien positif juga disudutkan dan diteror.

"Kejadian, istri salah satu pasien positif, mungkin ada tetangga yang tahu suaminya positif, lalu keluarganya diteror," kata dia.

Kemarahan sang istri memuncak dan ia pun mengancam membakar rumahnya sendiri.

Baca Juga: Bukti Bukan Sekadar Janji, Begini Cara Dapatkan Listrik Gratis untuk Pengguna Token dan Reguler

"Itu peristiwa yang benar-benar terjadi di lapangan," kata Reihana.

Berhati-hati terhadap identitas pasien Reihana menuturkan, Dinas Kesehatan sangat berhati-hari perihal identitas pasien, terlebih pasien positif corona.

Sebab, masyarakat masih belum sepenuhnya memberi dukungan pada keluarga pasien.

Data pasien positif pun tidak akan diungkap secara gamblang.

"Jadi kami berhati-hati mengeluarkan data by name by adress, bukan karena kami mau meng-keep nama pasien tersebut. Covid-19 bukan aib, masih bisa disembuhkan." kata dia.

Reihana mengatakan, stigma tidak hanya diterima keluarga korban namun juga korban meninggal korban Covid-19.

Penolakan pemakaman terjadi di beberapa daerah

Baca Juga: 15 Tahun Berlalu, Martunis, Anak Angkat Ronaldo Resmi Menikah di Tengah Wabah Corona

Di Lampung pun, kata Reihana, pemakaman jenazah pasien positif corona sempat ditolak dua kali.

Akibat penolakan itu, jenazah akhirnya dikuburkan dua hari setelah ia meninggal dunia di lahan milik pemprov Lampung.

Ia menegaskan, pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 sudah dilakukan sesuai prosedur sehingga masyarakat sebetulnya tidak perlu khawatir.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Keluarga Pasien Corona: Kenapa Kamu Larang Saya Keluar, Nanti Saya Bakar Sekalian Rumah Ini