Find Us On Social Media :

143 Sekolah di Jakarta Mau Dijadikan Tempat Rawat Pasien Covid-19 Tuai Pro dan Kontra, Begini Penjelasan Dinas Pendidikan

Para pekerja menyiapkan peralatan di ruang ICU di tower 7 Wisma Atlet yang menjadi Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19, Kemayoran, Jakarta Pusat.

GridFame.id - Terkait adanya usulan 143 sekolah di Jakarta akan dialihfungsikan sebagai tempat untuk tenaga kesehatan dan pasien positif virus corona atau Covid-19, Pemprov DKI memberikan klarifikasinya.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyebut alihfungsi sementara sekolah tersebut yaitu untuk merawat Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait virus corona.

Rencananya, sekolah yang akan dialih fungsikan yaitu dari jenjang SDN hingga SMAN/SMKN.

Baca Juga: Ini Dia 10 Jus yang Jadi Obat Herbal Cegah Corona Untuk Buka Puasa

“Sekolah itu digunakan bukan untuk penderita positif (Covid-19), tapi untuk ODP yang harus diisolasi."

"Karena tempat tinggalnya tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Susie Nurhati saat dihubungi, Sabtu (25/4/2020).

Susie mengatakan, usulan tersebut telah disampaikan kepada Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah untuk ditindaklanjuti.

Sebelum disetujui, sarana dan prasarana sekolah akan diverifikasi oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Hingga kini, pihaknya belum mengetahui apakah sekolah yang diajukan itu disetujui seluruhnya atau tidak.

Dia berdalih, yang mengetahui hal itu adalah lurah dan camat yang ada di sekitar sekolah.

Baca Juga: Dikabarkan Kritis di Tengah Pandemi Corona Sampai Didatangi Dokter China, Begini Kondisi Kim Jong Un

Kata dia, yang mengajukan sekolah tersebut sebetulnya lurah dan camat, sementara Disdik hanya memfasilitasi usulan tersebut kepada Sekda.

“Awalnya kami menindaknlanjuti instruksi Sekda untuk untuk mendata bangunan yang di bawah (pengelolaan) kami, supaya digunakan sebagai tempat paramedis."

"Kemudian, kami mengusulkan SMK Pariwisata yang mempunya hotel untuk praktik siswa,” ujar Susie.

Namun dengan adanya banyak permintaan dari camat dan lurah, pihaknya menampung dan sekalian meneruskan usulannya.

Asalkan, sekolah-sekolah yang diajukan memenuhi protokol penanganan Covid-19.

Adapun mereka mengajukan nama sekolah itu diperkirakan telah mempertimbangkan jarak lokasi sekolah dengan permukiman warga, untuk menghindari penularan Covid-19.

“Sepanjang memenuhi protokol penanganan Covid-19, silakan digunakan."

Baca Juga: Kasus Corona di Selandia Turun Hingga Satu Digit Setelah Terapkan Lockdown, Tantowi Yahya Beri Kesaksian

"Bagi yang positif (Covid-19), kan sudah ada protap (prosedur tetap) yaitu dijemput dengan ambulans dan dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Berdasarkan data yang diterima, surat tersebut diterbitkan dengan nomor surat 4434/-1.772.1.

Selain ditujukan kepada Sekretaris Daerah, surat tersebut juga ditembuskan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Ahmad Riza Patria, serta Asisten Kesra Setda DKI Jakarta Catur Laswanto.

Surat tersebut dikeluarkan untuk menindaklanjuti tiga dokumen sebelumnya, yakni Instruksi Sekda DKI Jakarta Nomor 29 Tahun 2020 tentang Penyediaan Akomodasi dan Fasilitas Pendukung bagi Tenaga Kesehatan yang Terlibat Penanganan Covid-19.

Kemudian, surat usulan dari camat dan lurah setempat tentang daftar sekolah yang akan digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

Diminta Pertimbangkan Lagi

Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Jakarta dikhawatirkan makin meluas jika sekolah dialihfungsikan sebagai tempat sementara bagi tenaga kesehatan dan ruang isolasi pasien positif Covid-19.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan, hal ini berkaca pada situasi di lapangan, bahwa lokasi sekolah cenderung berada dekat dengan permukiman warga.

“Sekolah-sekolah yang diusulkan Dinas Pendidikan ini kan juga banyak yang di tengah permukiman. Jangan sampai di kawasan zona biru (bebas kasus Covid-19), justru menjadi zona merah (tinggi kasus Covid-19) dengan kebijakan yang dikeluarkan,” kata Prasetio berdasarkan keterangan yang diterima pada Sabtu (25/4/2020).

Baca Juga: Seorang Ahli Klaim Sudah Temukan Vaksin Covid-19 dan Siap Digunakan September Nanti Tapi Cuma Diberikan Pada Sosok Ini

Prasetio meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk memikirkan dengan matang mengenai rencana tersebut.

Jangan sampai kebijakan itu justru merugikan masyarakat yang selama ini mematuhi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk tetap berada di rumah.

Jika alasannya keterbatasan tempat, hendaknya DKI berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

“Saya yakin pasti ada titik temu, jalan keluar tanpa harus menjadikan sekolah-sekolah ruang isolasi pasien corona karena kasihan juga anak-anak kita nantinya,” ujar Prasetio.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengusulkan ratusan gedung sekolah dari tingkat SDN hingga SMA/SMKN untuk dijadikan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 dan fasilitas pendukung tenaga kesehatan.

Surat itu diajukan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana kepada Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah pada Senin (20/4/2020).

Baca Juga: Habis Ngobrol dengan Jokowi Soal Covid-19, Donald Trump Langsung Sigap Bantu Kirim Bantuan Ini: 'Kerja Sama yang Hebat!'

Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Susie Nurhati membenarkan adanya surat tersebut.

Kata Susie, surat tersebut diajukan sebagai bentuk kepedulian Dinas Pendidikan dalam penanganan Covid-19 di lingkungan DKI Jakarta.

“Surat ini baru laporan dari kami kepada pimpinan. Ini (usulan) kan harus memenuhi semua ketentuan, jadi akan dicek lagi oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta,” kata Susie saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa (21/4/2020).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penjelasan Dinas Pendidikan DKI soal Rencana Alihfungsi Sekolah untuk Rawat Pasien Covid-19