Find Us On Social Media :

Penderita Maag Tetap Bisa Puasa dengan Aman! Berikut Sederet Makanan yang Harus Dihindari Agar Asam Lambung Tidak Naik Saat Jalani Ibadah di Bulan Ramadhan

makanan yang harus dihindari penderita maag ketika puasa

GridFame.id - Penderita maag beberapa diantaranya merasa takut ketika menjalankan puasa.

Takut jika maag kambuh ketika  sedang menjalani ibadah puasa.

Tentunya ketika sedang berpuasa, maag kambuh kita tak bisa mengkonsumsi obat ataupun minum air.

Ada yang akhirnya terpaksa membatalkan puasanya karena maag kambuh.

Namun, kini tak perlu khawatir lagi.

Bagi penderita maag sebaik menghindari beberapa makanan ini agar tidak kumat.

Selain itu, terdapat tips agar puasa tetap lancar seharian meski memiliki penyakit maag.

Apa saja ya yang harus dilakukan?

Baca Juga: Beri Tahu Suami Sekarang! Langsung Merokok saat Buka Puasa Ternyata Bisa Datangkan Bahaya Dua Kali Lipat dari Biasanya, Kok Bisa?

Dilansir Khaleej Times, Konsultan Gastroenterologi di Rumah Sakit Aster, Mankhool, Dr Amal Premchandra Upadhyay, menjelaskan sakit maag terjadi ketika lapisan tebal lendir yang melindungi lambung dari cairan pencernaan rusak.

Hal itu membuat asam pencernaan menggerogoti jaringan lapisan lambung. Gejala yang paling umum adalah sensasi terbakar atau nyeri di area antara dada dan pusar.

Biasanya, rasa sakit akan lebih hebat saat perut kosong dan bisa berlangsung selama beberapa menit atau beberapa jam.

Gejala sakit maag lainnya yang kurang spesifik antara lain kembung, bersendawa, refluks asam, dan mulas (sensasi terbakar di dada).

Semua rasa sakit ini akan berkurang saat Anda makan atau minum.

Meski begitu beberapa makanan dapat memperburuk, sementara beberapa makanan memberikan efek pencegahan dan penyembuhan.

Makanan yang sebaiknya dihindari

Makanan berminyak dan asam paling mungkin mengiritasi perut Anda, contohnya makanan pedas.

Baca Juga: Apakah Berenang Siang Hari Membatalkan Puasa? Simak Penjelasan Ustaz Sebelum Ibadah jadi Sia-Sia

Untuk mengurangi nyeri maag, ia menyarankan untuk menghindari kopi, termasuk kopi tanpa kafein, minuman bersoda, cabai, dan makanan olahan.

Dr Amal menyarankan bahwa pendekatan moderat harus diterapkan saat berbuka puasa dan makan dalam porsi yang lebih kecil, tetapi lebih sering.

“Misalnya, awali dengan kurma dan makanan ringan sebelum istirahat setelah shalat Maghrib, dilanjutkan dengan makan utama sebelum shalat Tarawih. Jangan langsung tidur setelah sahur karena bisa menyebabkan asam lambung naik," kata dr Amal.

Untuk pasien yang sedang menjalani pengobatan jangka panjang, diskusikan dengan dokter Anda tentang perubahan yang diperlukan, misalnya, membagi dosis untuk mengoptimalkan efek pengobatan. Berikut ini hal-hal yang harus dihindari selengkapnya:

  1. Makanan dan buah-buahan yang digoreng, berlemak, dan mengandung asam (buah jeruk, lemon, limau, dan grapefruits) bersama dengan produk berbasis tomat (tomat secara teknis adalah buah yang mengandung banyak asam).
  2. Makanan ekstra pedas dan makanan kaleng/olahan, terutama produk berbahan dasar tomat. Makanan olahan dengan umur simpan yang lama biasanya memiliki banyak bahan kimia, termasuk pengawet, yang dapat memperburuk gastritis.
  3. Makanan yang mengandung terlalu banyak gula dan karbohidrat olahan.
  4. Makan berlebihan saat berbuka dan sahur serta menunda berbuka.
  5. Minuman yang mengandung kafein seperti teh, kopi, soda, dan lain-lain. Minuman ini membuat Anda buang air kecil lebih banyak, dengan membawa garam mineral berharga yang dibutuhkan tubuh Anda selama hari yang panjang puasa.
  6. Merokok dikaitkan dengan gastritis dan penyakit tukak lambung. Jadi, Ramadhan adalah kesempatan cemerlang untuk mengurangi rokok.

Kebiasaan makan yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Konsumsi karbohidrat atau makanan yang lambat dicerna saat sahur agar makanan bertahan lebih lama. Hal itu membuat Anda tak mudah lapar selama berpuasa.

2. Makan kurma di sahur dan berbuka. Kurma adalah sumber gula, serat, karbohidrat, potasium, dan magnesium yang sangat baik.

3. Konsumsi almond yang kaya akan protein dan serat. Kacang almond dan susu menjadi minuman yang sehat.

4. Pilih buah pisang karena buah ini adalah sumber karbohidrat, potasium dan magnesium yang baik.

5. Makan makanan yang dipanggang di oven daripada makanan yang digoreng dan berlemak.

6. Makanlah dalam porsi sedang dan dalam jumlah yang lebih sedikit, dan berbukalah lebih awal.

7. Jangan lupa minum obat yang diresepkan saat berbuka puasa atau sahur.

8. Minum air putih, jus buah non-asam dan minuman yang mengandung kalium sebanyak mungkin antara waktu berbuka dan waktu tidur agar tubuh Anda dapat menyesuaikan kadar cairan untuk hari berikutnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tips Puasa untuk Penderita Maag: Apa yang Sebaiknya Dikonsumsi dan Dihindari"

Baca Juga: Ibu-ibu Bisa Bernafas Lega! Mencicipi Masakan Ternyata Tidak Membatalkan Puasa, Begini Penjelasannya