Find Us On Social Media :

Psikolog Poppy Amalya Ungkap Motif Tersembunyi Remaja Pembunuh Balita: 'Kondisi Emosi yang Sedang Marah'

Kolase foto psikolog Poppy Amalya dan ilustrasi anak perempuan

Selain itu, polisi juga menemukan beberapa catatan kesedihan NF yang ditulis untuk ayahnya.

Belum diketahui bagaimana hubungan yang sesungguhnya NF terhadap ayahnya, polisi menemukan NF menginginkan agar ayahya meninggal.

Beberapa catatan dan gambar NF ini mendapatkan respon dari psikolog yang juga ahli mikro eskpresi, Poppy Amalya di laman instagram @poppyamalya.

Poppy melihat bahwa NF merupakan anak yang sedang menahan emosi marahnya.

Baca Juga: Mengerikan! Bukannya Menyesal Lakukan Pembunuhan Bocah Lima Tahun, Remaja 15 Tahun Ini Malah Tulis Status Facebook Sebelum Serahkan Diri ke Polisi

"Perhatikan coretannya: gambar proyeksi emosi: terputus-putus, gambar orang diikat, kaki kanan terputus: hal ini menggambarkan emosi tertahan dan kemarahan, kaki terputus lemah," tulis Poppy.

Melihat gambar NF, Poppy menganalisis bahwa NF merasa dirinya lemah dan tidak memiliki sosok yang bisa dijadikan pegangan dalam hidup.

"Ia memproyeksikan dirinya lemah tidak punya pegangan. Berulang kali garis terputus: kecemasan, warna yang gelap: kondisi emosi yang sedang marah," tulis Poppy.