Find Us On Social Media :

Tak Seperti Jakarta, 6 Hari Penerapan PSBB di Kota Bandung Justru Tercatat Pasien Covid-19 yang Semakin Meningkat

Tenaga kesehatan tampak sedang membawa produk Vent-I di RS Advent Bandung

GridFame.id - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah diterapkan di beberapa daerah di Indonesia.

DKI Jakarta menjadi daerah pertama yang menerapkannya dan disebut telah menunjukkan hasil yang baik.

Sejak penerapannya, dikabarkan jumlah kasus Covid-19 terus menurun bahkan kini disebut mulai flat dan melambat.

Selain Jakarta, wilayah Jawa Barat pun juga sudah mulai ikut menerapkan PSBB.

Selama enam hari penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bandung, ternyata eskalasi penyebaran virus corona belum mengalami penurunan.

Berdasarkan data pusat informasi Covid-19 Kota Bandung (Pusicov) pada hari pertama PSBB, Rabu 22 April 2020 pukul 15.00 WIB, terdata jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 2.992, dalam proses 469 dan 2523 selesai.

Pasien dalam pengawasan (PDP) 433, masih dirawat 233, pulang dan sehat 210 serta kasus positif 155, dirawat 111, sembuh 18 dan 26 meninggal.

Baca Juga: Kehidupan Pribadinya Dijaga Ketat, Kim Jong Un Ternyata Miliki 3 Orang Anak yang Digadang-gadang Akan Jadi Penerusnya Pimpin Korea Utara

Di hari ke enam PSBB, tercatat total ODP 3.333 orang, dalam proses 462 orang, selesai 2.871 orang, kemudian PDP 567 orang, masih dirawat 275 orang, selesai 292 orang, positif 220 orang, dirawat 172 orang, sembuh 20 orang, meninggal 28 orang.Sekertaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna mengakui jumlah warga yang masuk kategori ODP, PDP dan positif belum mengalami penurunan. Apalagi, selama PSBB ini Pemkot Bandung sedang gencar melakukan rapid test.

 

"Tidak pernah sekalipun turun, jadi naik terus apalagi nanti kita sedang berposes rapid test, sedang dilakukan sebanyak empat ribu lebih, kemudian di sana pun sudah ada yang positif 371 orang, tapikan itu harus di swab dulu, kita tunggu, saya harapkan semuanya negatif, tapi kalau dari rapid angkanya seperti itu," ujar Ema, di Balai Kota Bandung, Selasa (28/4/2020).