Find Us On Social Media :

Kemenkes Makin Waspada, Tiga Pasien Meninggal Dunia! Ini Gejala Hepatitis Akut Misterius yang Serang Anak-Anak Usia 1 Bulan sampai 16 Tahun

Hepatitis Misterius sampai ke RI penderita mengeluhkan beberapa gejala sebelum meninggal dunia

GridFame.id - Beberapa waktu terakhir jagat maya dihebohkan dengan kabar munculnya penyakit baru.

Penyakit baru yang banyak menyerang anak-anak ini membuat para orang tua waspada.

Penyakit yang kerap disebut hepatitis akut misterius itu mendadak jadi sorotan masyarakat.

Terutama yang memiliki anak usia 1 bulan hingga 16 tahun.

Kasus hepatitis akut misterius ini sebelumnya telah ditemukan menjangkiti anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia.

Apalagi belum lama ini, tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr Ciptomangunkusumo Jakarta diduga juga terjangkiti hepatitis akut hingga mengakibatkan meninggal dunia.

Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab munculnya hepatisis akut ini.

Namun ada gejala yang terlihat pada pasien hepatitis akut misterius ini.

Simak dan kenali gejala hepatitis akut misterius pada anak berikut ini.

Baca Juga: Ngeri Hepatitis Misterius Menjalar di RI Pasien Sempat Mengeluh Menderita Gejala Ini

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus hepatitis akut yang masih misterius di Indonesia. Dalam dua pekan terakhir, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan kasus hepatitis akut sebagai kejadian Luar Biasa (KLB) dan sampai hari ini belum dapat diidentifikasi penyebabnya. Sejak 15 April 2022, hepatitis akut telah menyerang lebih dari 170 anak-anak di berbagai belahan dunia, seperti kawasan Eropa, Amerika dan Asia. Di Indonesia sendiri hingga 30 April 2022, telah terdapat tiga pasien anak yang telah meninggal diduga akibat penyakit hepatitis akut tersebut. Ketiganya meninggal dunia dalam kurun waktu yang berbeda di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta. Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa saat ini Kemenkes sedang melakukan investigasi kasus hepatitis akut melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap. “Selama masa investigasi, kami menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang," kata Nadia melalui siaran pers di laman Kemenkes, Minggu (1/5/2022). Selain itu, Dinas kesehatan Provinsi DKI Jakarta juga sedang melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut. Gejala Hepatitis akut misterius yang serang anak Ketiga pasien yang meninggal dunia diduga akibat penyakit hepatitis akut tersebut ditemukan beberapa gejala sewaktu mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Hepatitis Misterius Sudah Menyebar di 12 Negara Ini Gejala yang Harus Diwaspadai

Berikut ini adalah gejala yang harus diwaspadai: - Gejala kuning - Sakit perut - Muntah - Diare - Buang air kecil berwarna kuning tua Buang air besar berwarna pucat - Kejang - Penurunan kesadaran Nadia menyarakan kepada para orang tua yang menemui gejala-gejala tersebut pada anaknya untuk segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas layanan kesehatan terdekat. "Lakukan tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap melaksanakan protokol kesehatan,” ucapnya. Menyerang anak-anak Pada 5 April 2022, WHO pertama kali menerima laporan mengenai kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya pada anak-anak usia 11 bulan sampai 5 tahun periode Januari hingga Maret 2022 di Skotlandia Tengah. Sejak secara resmi dipublikasikan sebagai KLB oleh WHO, jumlah laporan terus bertambah, tercatat lebih dari 170 kasus dilaporkan oleh lebih dari 12 negara. Sebanyak 17 di antaranya memerlukan transplantasi hati dan 1 orang dilaporkan meninggal dunia. Hepatitis akut dapat menyerang anak-anak pada usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun.

Baca Juga: Cuma Rutin Minum Obat Alami Penyakit Jantung dari Satu Bahan Dapur,  Bapak Ini Sujud Syukur Penyakitnya Tak Pernah Kambuh Lagi Gejala klinis pada kasus yang teridentifikasi adalah hepatitis akut dengan peningkatan enzim hati, sindrom jaundice (penyakit kuning) akut, dan gejala gastrointestinal (nyeri abdomen, diare dan muntah-muntah). Sebagian besar kasus penderita hepatitis akut tidak ditemukan adanya gejala demam. Sampai saat ini, penyebab dari penyakit hepatitis akut tersebut masih belum diketahui. Pemeriksaan laboratorium diluar negeri telah dilakukan dan virus hepatitis tipe A, B, C, D dan E tidak ditemukan sebagai penyebab dari penyakit tersebut. Jumlah penderita hepatitis akut meningkat Pada 1 Mei 2022, sedikitnya sudah ditemukan 228 kasus hepatitis akut dari 20 negara yang kembali dilaporkan kepada WHO. Juru Bicara WHO Taik Jasarevic mengatakan bahwa dari 228 kasus hepatitis akut tersebut lebih dari 50 diantaranya sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut. "Sampai 1 Mei, setidaknya 228 dugaan kasus (hepatitis akut pada anak) dilaporkan ke WHO dari 20 negara, dengan lebih dari 50 kasus tambahan sedang diselidiki," kata Tarik Jasarevic dikutip dari Kompas.com, Selasa (3/5/2022). Sebagian besar kasus dilaporkan terjadi di Eropa, Amerika, Pasifik Barat, dan Asia Tenggara.

Baca Juga: Sering Diabaikan Padahal Rasa Gatal di Daerah Ini Bisa Jadi Tanda Adanya Penyakit Diabetes

Artikel Ini Telah Tayang Sebelumnya di Kompas.com dengan Judul "Ini Gejala Hepatitis Akut Misterius yang Serang Anak-anak"